Di Inggris tidak ada taksi Blue Bird. Tapi di London ada restoran Blue Bird. Emang sih, dulu restoran ini bekas tempat berkumpulnya mobil-mobil rakitan yang bernama mobil Bluebird. Ya, sama-sama mobil. Yang di Indonesia masih berbentuk mobil, yang di London udah berbentuk rumah makan. Taksi di London nama kerennya Hackney Carriage, atau disebut juga Black Cab, karena memang hitam warnanya.
Black Cab bentuknya lucu (baca: aneh), berkesan eksklusif dan emang rada luas. Duduknya cuma bisa di belakang supir (mau duduk di sebelah supir? ga boleh). Antara kursi penumpang dan yang nyupir ada jendela kacanya (mirip naek limosin gitu deh). Taksi yang satu ini bisa disetopin di mana aja, cukup dengan melambai-lambaikan tangan. Setelah itu… tinggal naek, sebutin tempat tujuan, dan siap-siap ngerogoh-rogoh saku dalam-dalam (mahal bow… £2.50 atau sekitar Rp 40.000 sekali nempelin pantat).
Nggak perlu takut tidak sampai tujuan; nggak perlu takut nyasar; dan seharusnya sih nggak perlu takut diculik. Katanya sih, dijamin deh supir-supir Black Cabs ini orang profesional dan paling tau seluk-beluk kota London.
Para pengemudi Black Cab diharuskan sekolah (ngambil kursus) yang namanya the Knowledge (kependekan dari Knowledge of London). Nah lho. Apa pulak ini? Sekolah menyetir? Bukan sih. Ini sekolah pengenalan jalan. Kursus ini dijalani selama kurang lebih 34 bulan (hampir 3 tahun! Nggak kalah deh sama yang S1). Selama kursus, si calon supir harus menghafalkan jalan-jalan yang ada di kota London (bahkan mereka hafal urutan-urutan gedung yang ada di suatu jalan), jalan-jalan pintas, dan sebagainya. Selama 34 bulan, mereka ada 10 tes atau ulangan (yang disebut appearances). Gila yeuh, mo jadi supir aja susah banget.
Pada saat hadir dalam appearances, seorang knowledge-boy atau knowledge-girl (sebutan untuk calon supir Black Cab) harus dapat menemukan rute tercepat dan terbaik antara tempat-tempat di kota London pilihan penguji, tanpa melihat peta. Untuk setiap rute, para calon pengemudi harus menyebutkan dengan tepat nama-nama jalan yang dilalui; di mana (kapan) mereka harus menyebrangi persimpangan, mengitari bundaran, berbelok; dan apa yang ada di sekitar mereka di setiap sisi jalan yang dilalui. (terjemahan bebas dari wikipedia).
Kapan lulusnya? Ya sampai hafal semua jalan di kota London. Maka dari itu, kalau naik Black Cab harus siap-siap rogoh dompet (atau bahkan ngerampok bank). Soalnya yang dibayar nggak cuma jalan dari satu tempat ke tempat lain, tapi juga bayar pengalamannya. Pengalaman apaan? Ya, pengalaman naik taksi unik (di Indonesia kagak ada Black Cab); pengalaman disetirin oleh pengemudi taksi yang pandai (beneran lho, menurut penelitian, dengan belajar begini, supir-supir Black Cab terangsang pertumbuhan dan penggunaannya)… ya dan lain-lainnya lah.
Ya, tapi gitu. Kayaknya nggak boleh sering-sering naik taksi model beginian. Sebagai contohnya nih, untuk naik taksi beginian dari bandara udara Heathrow ke tengah kota London, kudu aja ngebayar sekitar 70an lebih poundsterling (ampir 1.2 juta rupiah! ya ampon… mendingan dibuat makan ketauan deh). Bandingkan dengan tarif 15–25 poundsterling (tergantung waktu — jam sibuk atau jam sepi, dan tergantung perjalanan — sekali jalan atau bolak-balik) untuk naik kereta Heathrow Express; atau tarif 3.50–12.50 poundsterling (tergantung waktu dan jenis perjalanan) kalo pake kereta bawah tanah (nama kerennya Tube). Atau kalo bawaannya ga banyak, naek bis ‘cuma perlu’ ngeluarin antara 0.80–3.50 poundsterling (juga tergantung waktu dan jenis perjalanan).
Nah, tapi ya… sekali-sekalilah jajal naek Black Cab, seru aja gitu.
Wah, ternyata The Black Cab sudah ada dari tahun 1625!
Ref: The History of the London Black Taxi Trade
black cab di indo juga ada, keluaran blue bird pula, mahal juga :d
tp pasti lebih mahal yg di london…rekomendasi buat turis (pas²-an) : jgn pake black cab in london :p
gimana2 klo mo keliling londong itu paling enak naek skuter…. vrrrrrooooommmm…
wah, baru tau gw kalo mo jadi supir aja harus belajar 34 bulan
[...] The Tube, sarana perkeretaan bawah tanah kota London, adalah salah satu ikon kota London — seperti Routemaster Bus, Black Cab, dan gedung-gedung tua di London. Kata orang, “Kamu belom bener-bener ngerasain London kalo belom pernah nyoba jadi sarden di dalam sebuah kereta bawah tanahnya Underground Tube.” Mungkin lebih daripada semua sarana transportasi di London, The Tube ini yang paling “London”. Gelap, sumpek, sumuk, sempit. Maklum, banyak bangunan bawah tanah yang udah berdiri sejak jaman dulu banget (jaman jadul dulu), yang kesannya serem dan angker, dan belum dimodernisasi (bagian dari upaya melestarikan peninggalan budaya, kayaknya). [...]
Sayangnya di Indonesia belum ada kuliah jurusan Per Taksian ya,,,, qlo ada boleh juga tuch, mpe S3 juga gpp,,,,
wah,,asik y,,mau banget ih ke london,,ngerasain ngirup oksigen di negara maju kayak apa y,,ada cerita2 lain lagi tentang perlalulintasan atau perhubungan gitu di london?aku butuh cerita2 pengalaman nih sama peraturan2 lalu lintas di london buat tugas akhir mata kul intercom..harus dikumpulin minggu depan niyh,,!!!deadline!!!