OST: Apabila Hidup adalah Panggung Sandiwara

30 03 2007

Halah! Kebagian juga akhirnya disuruh ngisi “Soundtrack of My Life”. Dapet suruhan (forward-an) dari beberapa orang, dan daripada ngeripleh dan ngeforward satu-satu lagi kan ya?

“Following the craze of Oscar-Winning Dreamgirls where every scene seems to merit a song of its own… Why not try and make one for yourself. For this, you will need to take all the music you have and put it in shuffle. Press play. Type the song currently playing under each title. Press “next” button for every new title. Don’t cheat, don’t try to be cool. It’s only for fun, anyway. Comment as necessary.”

Baca entri selengkapnya »





Pira: Beruang Kutub Polisterin yang Setia

15 03 2007

piraimutIni Pira, dia ini hadiah dari Bapak ketika aku naik kelas enam SD. Pira itu singkatan dari “Putih Merah” (aneh ya?). Katanya sih hadiah kenaikan kelas. Emang aku waktu duduk di kelas lima ada masalah sedikit dengan acara naik-naikan kelas. Nilaiku entah mengapa jebol-jebol kabeh. Ini pasti gara-gara IPA yang mulai susah, yang mulai pake menghitung titik api cermin cekung cembung segala. Aku kan lebih suka IPA yang biologi, daripada IPA yang matematikaan begitu. Tapi, seneng banget, soalnya Bapakku itu jarang banget ngasih hadiah. Jarang banget. Dari sejak memberi Pira sampai sekarang, sepertinya nggak ada hadiah lagi. Tentu saja kesediaan Bapak membesarkan aku, menyekolahkan, memberi makan, dan kost gratis adalah hadiah tersendiri. Tapi, Pira ini berbeda. Mungkin kalau aku disuruh memilih hanya satu saja benda (dan yang lain harus diserahkan), aku akan memilih Pira. Alasannya banyak, tapi alasan yang paling kuat adalah karena Pira adalah hadiah dari Ayah.

pirahororSekarang, sudah lebih dari 14 tahun Pira hidup bareng aku. Mulai dari ketika bulunya masih lengkap, sampai sekarang yang udah botak di mana-mana. Pira itu kalau bisa ngomong atau bergerak, pasti sudah mukul saya pake meja deh. Segala macam hal aku unek-unekin ke Pira, mulai dari stres PMS sampai stres skripsi. Bahkan jadi korban remesan kalo lagi nonton filem horor, atau ketindihan pas jam tidur siang, apalagi dari lahir sampai sekarang cara tidur aku agak “berantakan”.

PirazillaWaktu SD aku pernah bersikeras untuk membawa Pira ke sekolah, saking sayangnya. Sampai Emakku bilang: “Nanti kalo Piranya kabur melarikan diri lewat sungai gimana?” Ya, ya. Kata Emakku, tinggal setahun lagi masuk SMP pun aku masih bodoh, masih terlalu terikat sama boneka. Bahkan sampai sekarang pun begitu. Sampai-sampai Emak bertanya: “Nanti kalau kamu sudah punya calon suami, dan dia minta kamu membuang Pira, bagaimana?” Hmmm.. Bagaimana ya? Dan sepertinya Emak tidak suka ketika aku menjawab, “Ya sudah, nggak usah nikah saja.” Sepertinya aku masih terlalu terikat dengan masa lalu, ya?





Nostalgila: World Cup 2002 (QF)

12 03 2007

Ngobok-ngobok buku harian – eh vade mecum (kalo kata temenku yang agak nggak suka dengan kata “diari”, “buku harian”, atau samting laik det) buat nyari-nyari bahan ngeblog baru, eh… nemu cerita tentang nonton (pertandingan) Piala Dunia di Trafalgar Square. Bener-bener kayak sesuatu yang tak terlupakan gitu deh… nonton Piala Dunia rame-rame gitu, baru pertama kalinya, dan bahkan mungkin terakhir kalinya…

Catatan di bawah ini diketik langsung dari catatan harian waktu itu, eh… dengan sedikit perubahan sana-sinilah.

Baca entri selengkapnya »





Nostalgila: UEFA Champions League 2005

4 03 2007

Tadinya pengen nulis tentang lakon “Putri Tidur” dari sendratari balet Rusia yang baru kemaren (lihat postingan sebelom ini). Tapinya, pas baca blognya Om Hedi jadi tiba-tiba teringat suatu malam yang sangat mengesankan. Aku sendiri hampir lupa kalo malam itu adalah malam final UEFA Champions League, saking hebohnya dikejar-kejar tengat skripsi dan urusan sekolah lainnya. (Jadi ingat rasa pengen mati yang sangat mendalam dan membekas).

Baca entri selengkapnya »