Halah! Kebagian juga akhirnya disuruh ngisi “Soundtrack of My Life”. Dapet suruhan (forward-an) dari beberapa orang, dan daripada ngeripleh dan ngeforward satu-satu lagi kan ya?
“Following the craze of Oscar-Winning Dreamgirls where every scene seems to merit a song of its own… Why not try and make one for yourself. For this, you will need to take all the music you have and put it in shuffle. Press play. Type the song currently playing under each title. Press “next” button for every new title. Don’t cheat, don’t try to be cool. It’s only for fun, anyway. Comment as necessary.”
Opening Credits
Adam Beyer – Second Surrounding
Kaget juga kalau opening credit hidupku harus dimulai dengan Adam Beyer, notabene artis yang paling aku suka hasil karyanya. Untuk jenis opening creditnya… bingung juga mau yang seperti apa. Mungkin seperti Se7en atau Dawn of the Dead gitu kali ya? Entah cocok entah enggak.
Waking Up
Gogol Bordello – When the Trickster Comes A-Poking (Lirik)
Halah. Ini lagunya sangat up-tempo sekali. Pasti cepet banget bangunnya. Bangun dan langsung dansa-dansa sambil beberes kamar, tentu saja dengan mimik superdramatis. Hohoho. Walaupun liriknya rada-rada aneh. Tapi ya… setiap hari, umur tambah tua sehari ya? Semakin gila juga rupanya. Jadi begitulah, adegannya dimulai dengan kipas angin yang bertiup kencang dan lompatan keluar dari ranjang…
First Day at School
Be Your Own Pet – Adventure (Lirik)
Mungkinkah sekolah itu sebenernya suatu petualangan? Petualangan dari satu buku ke buku lain mungkin ya? Tapi di sekolah dulu (dari mulai SD sampe kuliah) ada guru-guru yang hebat dalam hal deskripsi-mendeskripsikan sesuatu. Bener-bener seperti berpetualang, walaupun sebenernya cuma duduk di dalem sebuah ruangan tertutup di hari yang sangat indah. Tapi kalau diingat-ingat, first day of school waktu SD kelas I itu memang bener-bener seperti sebuah petualangan. Dari kotak pasir hingga ayunan dan karyawisata dan bakti sosial. Semuanya adalah suatu petualangan besar.
Falling in Love
D’lloyd – Pandang-pandangan
Wahahaha.. *kaget* Ini lucu, hampir lupa kalo punya lagu D’lloyd di sini. Dan cocok sekali ya? Main pandang-pandangan. Main lirik-lirikan. Kalau sudah jatuh cinta, tinggal bilang saja. Eh.. kalo ga salah denger, itu sih liriknya. Kira-kira adegan seperti apa yang pantas buat lagu yang mirip lagu melayu ini ya?
Breaking Up
Bedouin Soundclash – When the Night Feels My Song (Lirik)
Lagu yang reggae bahagia ini aku suka banget. Seperti cocok untuk segala suasana gitu deh. Tapi nggak nyangka shuffle akan milih ini untuk jadi lagu putus cinta. Walah! Bener-bener harus didengar… Jangan-jangan shuffle pilih yang salah. Tapi… Twist and turn on the lonely road, in the twilight the the day turns to night and I’m alone Ya, memang sepertinya kalau putus dengan seseorang, rasanya siang berubah menjadi malam dengan cepatnya. Tapi bukan berarti hari itu bukan hari yang indah pula. Ada keindahan dalam segala sesuatu bahkan kesedihan. Hey, hey, hey, hey, hey, hey, beautiful day! katanya. Adegannya? Sedih dan senyuman dan tarian dong… Kayak felem bollywood aja deh.
Prom Night
Cirque du Soleil – Tango
Adegan tango! Waduh, ga bisa komentar banyak. Ga pernah ikut prom sih… Payah ya? Dulu pernah sih, nongol di Prom kampus temen secara semena-mena, tapi itu pun aku lebih banyak nongkrong di meja satpam sakingan di sana lebih banyak makanan yang bisa dimakan dan lebih bebas bergerak. Lagipula kostumku salah besar. Jadi bener-bener “no komeng” kalo soal yang ini. Kalau nonton di pelem-pelem model chick-flick gitu kok kayaknya lebih ke dansa dan upik abu gitu ya?
Life’s Okay
Barry Manilow – I Can’t Smile Without You (Lirik)
Ha? Eh… Agak nggak nyambung nih ya? Tapi memang hidup masih nggak apa-apa kalo masih ada orang yang mau berbagi senyum. Jadi walaupun aku lagi sedih, nonton felem lucu atau duduk bareng temen yang bisa bikin ketawa… itu udah ngebantu banget. Ternyata saya gampang ketularan, apalagi soal ketawa dan nangis. Jadi intinya? Entah. Lagu yang aneh.
Mental Breakdown
Gnarls Barkley – Crazy (Lirik)
Sekali lagi shuffle ngasih lagu yang judulnya cocok. Temenku yang ngirimin lagu ini ke aku dengan catatan: “dengerin sesering mungkin.” Ternyata nggak usah disuruh pun pasti akan aku dengerin sesering mungkin, dan mungkin ngebikin aku setengah gila. Tapi lagu ini bagus banget, dan sangat mengakar di ingatan. Dan mungkin saja kadang-kadang orang itu “gila secara nggak sadar”? You really think you’re in control?
Driving
Credence Clearwater Revival – Cotton Fields (Lirik)
Habis gila trus langsung kabur sejauh-jauhnya dari rumah sakit jiwa dengan lagu country. Lebih disukai, jalan tol yang kiri-kanannya penuh tumbuhan hijau, dengan mobil yang nggak ada atapnya (namanya apa sih? convertible?), dengan lagu ini diputar kenceng-kenceng, dan sambil menyanyi dan menghentak-hentakkan kaki dengan bahagianya. Ya, ya, masih gila rupanya.
Flashback
Sandi Thom – Soul Mining (Lirik)
Lagu yang mellow, suara yang merdu. Tapi entah cocok nggak buat flashback ya? Soul mining itu apa ya? Menggali hati? Tapi lagu ini sangat deskriptif banget ya, dengan anak-anak yang memanjat pohon, dengan jam yang berdetak seiring hati. Mungkin bagus juga untuk jadi latar belakang adegan mengingat hari-hari yang sudah lewat. Agak cocok, tapi agak nggak. Kalo boleh sih pengen milih lagu lain. Namanya juga shuffle sih. Payah.
Getting Back Together
Cerys Matthews – Open Roads
Aduh, ini aku nyari liriknya tapi nggak nemu euy. Ini sebenernya lagu sedih, yang kayaknya cerita tentang perpisahan deh. Atau nggak ya? Di awal lagu dia bilang It’s like we never said goodbye, mungkin memang begitu, ketika mulai “rujuk” kembali. Entah rujuknya itu sebagai pacar lagi kah, atau hanya sebagai teman. Rasanya seperti nggak pernah berpisah. Tapi kemudian terus teringat tentang hal-hal yang dulu, I remember the open roads, met at the corner where no one goes, and no one mattered at all. Jadi teringat semua kenang-kenangan yang pernah dibuat dan akhirnya sadar kalau yang sekarang tidak mungkin seindah yang dulu, karena hal yang rusak susah sekali diperbaiki, bahkan dengan lem super sekali pun. ‘Friends’ is such a horrid word. Entahlah, mungkin ini adegan pertemuan kembali yang sangat sedih. Mungkin saja.
Wedding
Muse – Hysteria (Lirik)
Loh! Nikah kok malah histeris! Ini bagaimana? Kalau lagu ini dipake untuk nikahan, mungkin nyokap-bokap bakal histeris beneran deh. Skip. Pertanyaan berikutnyaaaa….
Birth of a Child
Abdullah Ibrahim (piano) – Zikr (Remembrance of Allah)
Hmmm… Iya sih. Kelahiran seorang anak itu bagaikan mendapat rahmat sekaligus mendapat kewajiban baru yang harus bisa dijaga dan dikasihi dengan baik ya? Jadi mungkin ada baiknya juga sih mengingatNya dan minta bimbinganNya juga? Tapi kalo dijadikan adegan sebuah film, gimana adegannya?
Final Battle
Dry Kill Logic – Paper Tiger (Lirik)
Nggak ngerti. Udah didengerin berkali-kali tetep nggak ngerti liriknya. Tapi karena lagunya metal pisan, mungkin bisa dipake buat adegan kejar-kejaran di sungai (Thames), atau di laut (yang biru-biru, jangan yang ada tanker tumpahnya). Tapi ini kan cerita kehidupan aku ya? Ga mungkin lah hai kejar-kejaran di sungai atau laut. Dikejar-kejar deadline pun nggak akan sedramatis ini kan? *hal yang menyeramkan juga* When the dreams and the truth came colliding. Mungkin ini pertempuran terakhir aku, ketika aku harus memilih antara kenyataan dan harapan. Sekarang kan masih muda nih ceritanya, masih lah boleh muluk-muluk dikit, tapi rasanya suatu saat harus milih juga deh. Ya sudah, ini perangku. Ga glamorous ga papa deh.
Death Scene
Adam Beyer – Flamethrower
Ah. Adam Beyer lagi. Dengan lagu mirip electronic lounge. Masa aku matinya gaya begini? Atau mati di lantai dansa? Sangat membingungkan.
Funeral Song
Gabriel Faure – Pavane (Info)
Ya, ya, daripada menangis mendingan dansa saja. Pavane, secara umum, adalah sejenis tarian yang biasanya diadakan dalam pesta-pesta besar kerajaan Spanyol. Jenis dansa ini rada ribet, jadinya ya bagus juga lah, biar pada latihan dansa semua, biar nggak sedih. Tapi, setelah baca tentang ini di Wikipedia… jadi terpikir, pengen adegannya seperti yang ditulis di sana. Katanya, ketika kalah Piala Dunia 1998, BBC menayangkan montase kejadian-kejadian menggugah hati dengan menggunakan lagu ini sebagai soundtracknya, dan pembacaan puisi Rudyard Kipling “If” sebagai voice-overnya. Saya mau yang seperti itu! *buru-buru bikin surat wasiat*
Sedikit OOT tentang puisi “If”. Sejak pertama kali membaca sepenggal puisi ini di gerbang Wimbledon, puisi ini selalu aku ingat apabila lagi susah, lagi sentres, bahkan ketika lagi bahagia yang berlebihan.
End Credits
Moby – Lift Me Up (Lirik)
Hmmm… Ya bolehlah. Salah satu lagu kesukaan aku juga nih. Lagu penyelamat ketika lagi nulis skripsi. Entah berapa kali lagu ini diulang-ulang, tapi efeknya sangat membantu memusatkan perhatian nulis skripsi.
Huwah! Pegel juga ngerjainnya.
Hebat ya bisa pandang-pandangan doang udah ngerti jatuh cinta
Gue kalo mandang orang (cewek), mungkin dia pikir gue penjahat hahaha
Lagunya apa ya…oh Metallica, Enter Sandman =))
kalo dipake flash back, mungkin yang paling cocok lagunya Ronan Keating, When You Say Nothing at All, atau lagunya Toto, yang judulnya Lea.
dan untunglah dua-duanya nggak ada di playlistku skarang ini.