Hitchhiker’s Guide to the Galaxy

25 04 2007

Suatu hari temanku, Nanas, bilang: “Tahun ini aku genap berusia 25 tahun, dan harus dirayakan dengan meriah. Karena itu, aku akan meminta hadiah yang luar biasa dari kalian semua dan kalian punya waktu tujuh bulan lebih untuk mempersiapkannya.” Setelah itu, dia mengeluarkan daftar panjang hadiah yang diinginkan (semacam wishlist gitu kali ya). Saya kebagian: “Hitchhiker’s Guide to the Galaxy (terjemahan bahasa Indonesianya)”. Entah itu atau boneka ular sanca.

Saya kemudian bertanya, “Memang Hitchhiker’s itu udah diterjemahin ke bahasa Indonesia, ya? Cari di mana?”

Dia bilang, “Wah, meneketehe.”

Setelah ancaman-ancaman pembunuhan keluar dari mulutku, disertai dengan tendangan-tendangan tanpa bayangan dan tanpa rasa sakit sedikit pun (kecuali pada yang menendang), dia bilang, “Rasanya sih ada, tapi gue ga ngerti beli di mana. Gini aja deh, kalo emang ada, ya beliin dong ya. Kalo ga ada, lu yang terjemahin aja sendiri. Lu kan punya persi bahasa inggerisnya kan? Gitu aja kok repot?”

Jadi teman-temanku yang kucintai dan kusayangi, tolonglah saya ya. Jadi itu benda bisa saya beli di mana?

Dan, ini bab satu dari Hitchhiker’s Guide to the Galaxy yang sudah saya coba alih-bahasakan ke bahasa Indonesia yang tentu saja hancur dan rusak kabeh. His name is also effort kan ya?

Pada suatu hari Kamis, kira-kira jam makan siang, Bumi secara tiba-tiba digusur untuk program pembebasan lahan untuk membuat jalan raya antariksa. Bagi Arthur Dent, yang rumahnya baru saja dirobohkan pagi itu, hal ini sepertinya sudah sangat berlebihan. Sayangnya, akhir pekan baru saja dimulai, dan Angkasa Luar adalah tempat yang sangat aneh dan mencengangkan. (Adams, D (1979) Hitch Hiker’s Guide to the Galaxy (London: Pan Books)

Jadi begitulah kira-kira. *sembunyi lagi*

  • Terjemahan (belom diedit, belom dibaca lagi, dan lainsebagenya) bahasa Indonesianya
  • Bahasa Inggrisnya (dalam bentuk .pdf), versi “The Hitchhiker’s Guide to the Galaxy Deluxe 25th Anniversary Edition’ by Douglas Adams Copyright © 2004. Published by Harmony Books, a division of Random House, Inc.” Diambil dari: npr.org




Nieuwenhuys: Kartini dan Sastra

18 04 2007

Jadi…. tanggal 21 April kan ya? Sekarang belum 21 April, sih tapi biarlah. Ini hasil iseng melanjutkan usaha nerjemahin asal (tanpa editor dan tanpa dibaca lagi soale males) yang dulu.

Tentang Kartini, sastra, dan keluarga-keluarga Belanda yang terinspirasi olehnya. Diembat dari buku Rob Nieuwenhuys “Oost Indische Spiegel” yang udah diingriskan. Bahasa Belanda mah eike ga bisa.

‘Kartini mewakili sosok perempuan Jawa yang telah membebaskan dirinya sendiri dari kungkungan tradisi Jawa agar dapat berkembang sesuai dengan alur pemikiran Eropa. Judul Habis Gelap Terbitlah Terang (Door duisternis tot licht, 1911), yang diberikan Abendanon untuk kumpulan surat-surat Kartini, menggarisbawahi pendapat ini. Legenda Belanda yang mengelilingi sosok Kartini kemudian diangkat, dan dikembangkan oleh masyarakat Indonesia. Dari seorang wanita yang berjuang bagi hak-hak wanita dari keserakahan kaum laki-laki, terhadap poligami dan pelacuran, ia menjadi “simbol kebangkitan bangsa Indonesia”, hingga akhirnya berevolusi menjadi seorang “pahlawan nasional”. Dan di saat itulah mungkin kita telah kehilangan sosok Kartini yang sesungguhnya.’ (Nieuwenhuys)