Jadi…. tanggal 21 April kan ya? Sekarang belum 21 April, sih tapi biarlah. Ini hasil iseng melanjutkan usaha nerjemahin asal (tanpa editor dan tanpa dibaca lagi soale males) yang dulu.
Tentang Kartini, sastra, dan keluarga-keluarga Belanda yang terinspirasi olehnya. Diembat dari buku Rob Nieuwenhuys “Oost Indische Spiegel” yang udah diingriskan. Bahasa Belanda mah eike ga bisa.
‘Kartini mewakili sosok perempuan Jawa yang telah membebaskan dirinya sendiri dari kungkungan tradisi Jawa agar dapat berkembang sesuai dengan alur pemikiran Eropa. Judul Habis Gelap Terbitlah Terang (Door duisternis tot licht, 1911), yang diberikan Abendanon untuk kumpulan surat-surat Kartini, menggarisbawahi pendapat ini. Legenda Belanda yang mengelilingi sosok Kartini kemudian diangkat, dan dikembangkan oleh masyarakat Indonesia. Dari seorang wanita yang berjuang bagi hak-hak wanita dari keserakahan kaum laki-laki, terhadap poligami dan pelacuran, ia menjadi “simbol kebangkitan bangsa Indonesia”, hingga akhirnya berevolusi menjadi seorang “pahlawan nasional”. Dan di saat itulah mungkin kita telah kehilangan sosok Kartini yang sesungguhnya.’ (Nieuwenhuys)
- Terjemahan Bahasa Indonesianya (silakan protes di komen)
- Versi Bahasa Belandanya
- Versi Bahasa Inggrisnya
- Tautan lain: terjemahan bagian pendahuluan
ooww..jadi begitu ya??
*sambil donlot filenya…xixixi..*