<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>si henz di negeri orang</title>
	<atom:link href="http://henzter.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://henzter.wordpress.com</link>
	<description>cuma numpang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 May 2007 05:21:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='henzter.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/4c86be257bc1268bb1233c41165387f1?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>si henz di negeri orang</title>
		<link>http://henzter.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Pasar Swalayan: Antara yang Murah dan yang Menantang Usus</title>
		<link>http://henzter.wordpress.com/2007/05/04/pasar-swalayan-antara-yang-murah-dan-yang-menantang-usus/</link>
		<comments>http://henzter.wordpress.com/2007/05/04/pasar-swalayan-antara-yang-murah-dan-yang-menantang-usus/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 May 2007 05:21:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>henz</dc:creator>
				<category><![CDATA[toko]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://henzter.wordpress.com/2007/05/04/pasar-swalayan-antara-yang-murah-dan-yang-menantang-usus/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu, saya pergi ke suatu pasar swalayan (menemani teman). Bukan swalayan yang extra-super-duper mahal yang jualan barang-barang impor dengan aksara alien, tapi bukan juga swalayan grosir atau swalayan yang &#8220;rame-banget-kalo-tanggal-muda-itu&#8221; (misalnya: Swalayan Perempatan Perancis, Swalayan Raksasa, dst dsb), tapi swalayan yang gambarnya orang Romawi itu. Selama di sana hingga pulang, mungkin sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=henzter.wordpress.com&blog=316716&post=37&subd=henzter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Beberapa hari yang lalu, saya pergi ke suatu pasar swalayan (menemani teman). Bukan swalayan yang extra-super-duper mahal yang jualan barang-barang impor dengan aksara alien, tapi bukan juga swalayan grosir atau swalayan yang &#8220;rame-banget-kalo-tanggal-muda-itu&#8221; (misalnya: Swalayan Perempatan Perancis, Swalayan Raksasa, dst dsb), tapi swalayan yang gambarnya orang Romawi itu. Selama di sana hingga pulang, mungkin sudah tak terhitung berapa banyak &#8220;lebih murah di pasar kayaknya sih&#8221;, walaupun nggak mahal-mahal banget sampe kebangetan.</p>
<p>Memang sih, sekarang di Indonesia kayaknya harga swalayan udah mulai turun (apalagi di swalayan Perempatan, atau sejenisnya) dan bisa bersaing dengan harga pasar. Malah mungkin ada beberapa barang yang &#8220;jatuhnya&#8221; lebih murah daripada di pasar tradisional.</p>
<p>Waktu aku kuliah dulu, aku bergantung banget sama yang namanya swalayan. Malah pasar tradisional itu sangat susah sekali ditemukan. Sebeneranya di setiap kota itu ada sih pasar tradisional, tapi entah itu diberdayakan sebagai atraksi turis atau tempatnya terpencil sekali.</p>
<p>Di sana, yang namanya pasar swalayan barangnya murah-murah, seringnya lebih murah daripada di pasar tradisional. Mungkin karena mereka membeli dalam jumlah yang naudjubileh banyaknya dan mereka memang punya perkebonan yang luar biasa luas (untuk makanan jenis tumbuhan dan buah seger), perternakan yang banyak hewannya (buat makanan jenis daging-dagingan seger), dan pabrik sendiri. Jadinya harganya pun lebih bersaing begitu.</p>
<p>Selain itu,  di sana peraturan kedaluwarsa (mungkin sebutannya <em>shelf life</em>, atau <em>display by</em>) itu sangat diperhatikan sekali. Jadi, kalo yang sudah hampir kedaluwarsa ini didiskon gila-gilaan. Paling mentok, sehari sebelum kedaluwarsa (H-1) itu barang-barang sudah harus dijual atau dibuang. Yang pas hari itu kedaluwarsa dijadikan gratis. Malah kalau mereka melakukan &#8220;kesalahan&#8221;, misalnya dengan memajang barang kedaluwarsa (yang hari itu habis waktunya), atau yang sudah lewat tanggalnya, mereka bisa dituntut lho.</p>
<p>Jadi tipsnya: <u>pergi ke pasar swalayan di malam hari (sekitar sejam atau dua jam sebelum mereka tutup (atau sejam atau dua jam sebelum pergantian hari untuk yang buka 24 jam) dan pasti akan banyak barang diskonan.</u></p>
<p>Selain itu, ada juga swalayan-swalayan yang menentukan jam diskon (misalnya di atas jam 11 siang, rak diskon baru akan diisi), nah datanglah pas jam 11 itu. Pasti barang di rak itu masih banyak dan lengkap.</p>
<p>Dulu aku pernah dapet sekilo kentang dengan harga 1 pence (atau 0.01 poundsterling, atau sekitar Rp170). Gila, di manapun di Indonesia nggak akan pernah bisa dapat kentang sekilo dengan harga segitu. Sering juga membeli makanan siap saji (yang kemudian masuk ke <em>freezer</em> untuk sebulan ke depan) dengan harga kurang dari 20 pence.</p>
<p>Belum lagi susu, roti, dan lain sebagainya. Memang sih ada beberapa orang dewasa yang bertanya: apa nggak takut keracunan makanan?  Tapi pada kenyataannya, mungkin karena iklim yang rada beda dari di Indonesia, makanan yang sudah tidak <em>fresh</em> lagi menurut tanggal di kemasannya itu masih bisa tahan sekitar semingguan. Dan kalaupun sudah berjamur (misalnya roti), bagian yang berjamur itu yang dibuang sisanya dimakan lagi. Bahkan pernah juga makan makanan berjamur tanpa sadar kalau jamurnya ikut kemakan. Maklum namanya juga ngantuk, baru bangun pagi. Yang terbersit di pikiran: &#8220;kok rotinya rada pahit ya?&#8221; tapi itu juga keburu makan 3 helai roti dulu baru nyadar. Dan masih sehat-sehat saja seperti sekarang lho. Ah, namanya juga <em>student</em>. Katanya, perut para mahasiswa itu lebih kebal.</p>
<p>Apapun sebutannya,  motto pola belanja makanan mahasiswa adalah: <em>&#8220;Best Before. After that, Better&#8221;.</em></p>
<p>Ini nggak cuma untuk makanan dan swalayan loh sebenernya. Beli tiket nonton teater atau opera atau orkes atau orkestra juga begini. Ada teater-teater yang menjual tiket <em>late-seating</em> atau skema melalui badan mahasiswa (atau OSIS-OSISan gitu) yang akan ngirim SMS yang dikirimkan pada hari pertunjukan kira-kira isinya: &#8220;Tiket 5 poundsterling, datang 15 menit sebelum acara di mulai, dengan membawa kartu pelajar&#8221;.</p>
<p>Pasar tradisional memang nggak gitu beken dalam arti kata &#8220;tradisional&#8221;, karena barangnya kadang-kadang lebih mahal daripada di supermarket. Mungkin karena mereka numbuhin sendiri dalam jumlah yang nggak segede punya swalayan. Tapi kadang-kadang barang di pasar tradisional ini antik-antik. Dan pasar tradisional di situ benar-benar pengalaman belanja yang tak terlupakan. Mulai dari buku bekas (<em>second-hand</em>), pernik-pernik dan asesoris, sampai hal jagal-menjagal, sampai sayur, sampai tanaman hias dan bunga segar, buah, dan bahkan piringan hitam, semuanya tumplek ubleg di satu pasar. Pokoknya antik.</p>
<p>Antik-antik maksudnya: yang jarang ditemukan di pasar swalayan biasa. Misalnya, di pasar yang agak nggak jauh dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Liverpool_Street_station">Stasiun Kereta Liverpool Street</a> (di London), temenku jualan tahu. Dan tahunya ini mirip banget dengan tahu-tahu sumedang yang ada di Indonesia. Usut punya usut, si bule satu ini emang udah menuntut ilmu sampai ke negeri sumedang loh. Beda dengan tahu-tahu yang ada di pasar swalayan yang (bagiku) rada aneh rasanya, tahu yang ini benar-benar membangkitkan selera nostalgia. Si teman ini juga seneng banget kalo disogok sama tempe. Jadi sering juga barter tempe dengan tahu. Hohoho.</p>
<p>Katanya, suatu saat nanti dia juga akan memasarkan tempe a la Indonesia aseli (bukannya yang bau bir kayak yang dijual di Chinatown), tapi nanti kalo &#8220;pabriknya&#8221; sudah lebih luas dari satu petak. Kalo nggak ntar jamurnya terbang-terbang ke mana-mana, bisa-bisa tahunya nggak jadi dong.</p>
<p>Selain itu, nilai tambah pasar tradisional itu ada di hubungan atau interaksi langsung dan menyeluruh (hweh? naon yeuh) dengan si penjualnya (apalagi kalo ngganteng dan cakeup). Sering kali di pasar seperti ini aku belajar cara menanam a la hidroponik, mengetahui kehidupan sehari-hari kasta petani di Inggris, ngobrol-ngobrol dengan nenek pencinta buku yang menjaga stan piringan hitam, dan diundang ke pesta rakyat tradisional.</p>
<p>Pasar swalayan adalah hal penting dalam kehidupan ekonomis dan murah, tapi pasar tradisional tak tergantikan sebagai tempat belajar tentang keseharian para <em>native</em>.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/henzter.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/henzter.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/henzter.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/henzter.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/henzter.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/henzter.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/henzter.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/henzter.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/henzter.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/henzter.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/henzter.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/henzter.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=henzter.wordpress.com&blog=316716&post=37&subd=henzter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://henzter.wordpress.com/2007/05/04/pasar-swalayan-antara-yang-murah-dan-yang-menantang-usus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a947eda5428b140df4c44f7c15bc96d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hitchhiker&#8217;s Guide to the Galaxy</title>
		<link>http://henzter.wordpress.com/2007/04/25/hitchhikers-guide-to-the-galaxy/</link>
		<comments>http://henzter.wordpress.com/2007/04/25/hitchhikers-guide-to-the-galaxy/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2007 12:29:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>henz</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://henzter.wordpress.com/2007/04/25/hitchhikers-guide-to-the-galaxy/</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari temanku, Nanas, bilang: &#8220;Tahun ini aku genap berusia 25 tahun, dan harus dirayakan dengan meriah. Karena itu, aku akan meminta hadiah yang luar biasa dari kalian semua dan kalian punya waktu tujuh bulan lebih untuk mempersiapkannya.&#8221; Setelah itu, dia mengeluarkan daftar panjang hadiah yang diinginkan (semacam wishlist gitu kali ya). Saya kebagian: &#8220;Hitchhiker&#8217;s [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=henzter.wordpress.com&blog=316716&post=35&subd=henzter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Suatu hari temanku, Nanas, bilang: &#8220;Tahun ini aku genap berusia 25 tahun, dan harus dirayakan dengan meriah. Karena itu, aku akan meminta hadiah yang luar biasa dari kalian semua dan kalian punya waktu tujuh bulan lebih untuk mempersiapkannya.&#8221; Setelah itu, dia mengeluarkan daftar panjang hadiah yang diinginkan (semacam <em>wishlist</em> gitu kali ya). Saya kebagian: &#8220;Hitchhiker&#8217;s Guide to the Galaxy (terjemahan bahasa Indonesianya)&#8221;. Entah itu atau boneka ular sanca.</p>
<p>Saya kemudian bertanya, &#8220;Memang Hitchhiker&#8217;s itu udah diterjemahin ke bahasa Indonesia, ya? Cari di mana?&#8221;</p>
<p>Dia bilang, &#8220;Wah, <em>meneketehe</em>.&#8221;</p>
<p>Setelah ancaman-ancaman pembunuhan keluar dari mulutku, disertai dengan tendangan-tendangan tanpa bayangan dan tanpa rasa sakit sedikit pun (kecuali pada yang menendang), dia bilang, &#8220;Rasanya sih ada, tapi gue ga ngerti beli di mana. Gini aja deh, kalo emang ada, ya beliin dong ya. Kalo ga ada, lu yang terjemahin aja sendiri. Lu kan punya persi bahasa ingg<em>e</em>risnya kan? Gitu aja kok repot?&#8221;</p>
<p><u><strong>Jadi teman-temanku yang kucintai dan kusayangi, tolonglah saya ya. Jadi itu benda bisa saya beli di mana?</strong></u></p>
<p>Dan, ini bab satu  dari Hitchhiker&#8217;s Guide to the Galaxy yang sudah saya coba alih-bahasakan ke bahasa Indonesia yang tentu saja hancur dan rusak kabeh. <em>His name is also effort </em>kan ya?</p>
<blockquote><p>Pada suatu hari Kamis, kira-kira jam makan siang, Bumi secara tiba-tiba digusur untuk program pembebasan lahan untuk membuat jalan raya antariksa. Bagi Arthur Dent, yang rumahnya baru saja dirobohkan pagi itu, hal ini sepertinya sudah sangat berlebihan. Sayangnya, akhir pekan baru saja dimulai, dan Angkasa Luar adalah tempat yang sangat aneh dan mencengangkan. (Adams, D (1979) <em>Hitch Hiker&#8217;s Guide to the Galaxy</em> (London: Pan Books)</p></blockquote>
<p>Jadi begitulah kira-kira. *sembunyi lagi*</p>
<ul>
<li>Terjemahan (belom diedit, belom dibaca lagi, dan lainsebagenya) bahasa <a href="http://henzter.files.wordpress.com/2007/04/h2g2_bab1.doc" title="hihihihi">Indonesianya </a></li>
<li>Bahasa <a href="http://www.npr.org/programs/totn/features/2005/hitchhikers/hitch_chapter_1.pdf" title="pdf file">Inggrisnya</a> (dalam bentuk .pdf),  versi &#8220;The Hitchhiker&#8217;s Guide to the Galaxy Deluxe 25th Anniversary Edition&#8217; by Douglas Adams Copyright © 2004. Published by Harmony Books, a division of Random House, Inc.&#8221; Diambil dari: <a href="http://www.npr.org/templates/story/story.php?storyId=4622372" title="NPR ">npr.org</a></li>
</ul>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/henzter.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/henzter.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/henzter.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/henzter.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/henzter.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/henzter.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/henzter.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/henzter.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/henzter.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/henzter.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/henzter.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/henzter.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=henzter.wordpress.com&blog=316716&post=35&subd=henzter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://henzter.wordpress.com/2007/04/25/hitchhikers-guide-to-the-galaxy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a947eda5428b140df4c44f7c15bc96d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nieuwenhuys: Kartini dan Sastra</title>
		<link>http://henzter.wordpress.com/2007/04/18/nieuwenhuys-kartini-dan-sastra/</link>
		<comments>http://henzter.wordpress.com/2007/04/18/nieuwenhuys-kartini-dan-sastra/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Apr 2007 06:03:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>henz</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[tanggalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://henzter.wordpress.com/2007/04/18/nieuwenhuys-kartini-dan-sastra/</guid>
		<description><![CDATA[Jadi&#8230;. tanggal 21 April kan ya? Sekarang belum 21 April, sih tapi biarlah.  Ini hasil iseng melanjutkan usaha nerjemahin asal (tanpa editor dan tanpa dibaca lagi soale males) yang dulu.
Tentang Kartini, sastra, dan keluarga-keluarga Belanda yang terinspirasi olehnya. Diembat dari buku Rob Nieuwenhuys &#8220;Oost Indische Spiegel&#8221; yang udah diingriskan. Bahasa Belanda mah eike ga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=henzter.wordpress.com&blog=316716&post=33&subd=henzter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Jadi&#8230;. tanggal 21 April kan ya? Sekarang belum 21 April, sih tapi biarlah.  Ini hasil iseng melanjutkan usaha nerjemahin asal (tanpa editor dan tanpa dibaca lagi soale males) yang <a href="http://henzter.wordpress.com/2006/12/06/hiburan-murah-meriah-tapi-belum-tentu-selamat-gosip/" title="yang dulu">dulu</a>.</p>
<p>Tentang Kartini, sastra, dan keluarga-keluarga Belanda yang terinspirasi olehnya. Diembat dari buku Rob Nieuwenhuys &#8220;Oost Indische Spiegel&#8221; yang udah diingriskan. Bahasa Belanda mah eike ga bisa.</p>
<p style="margin-left:40px;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:'Trebuchet MS';">&#8216;Kartini mewakili sosok perempuan Jawa yang telah membebaskan dirinya sendiri dari kungkungan tradisi Jawa agar dapat berkembang sesuai dengan alur pemikiran Eropa. Judul <em>Habis Gelap Terbitlah Terang</em> (<em>Door duisternis tot licht, </em>1911), yang diberikan Abendanon untuk kumpulan surat-surat Kartini, menggarisbawahi pendapat ini. Legenda Belanda yang mengelilingi sosok Kartini kemudian diangkat, dan dikembangkan oleh masyarakat </span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:'Trebuchet MS';">Indonesia</span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:'Trebuchet MS';">. Dari seorang wanita yang berjuang bagi hak-hak wanita dari keserakahan kaum laki-laki, terhadap poligami dan pelacuran, ia menjadi “simbol kebangkitan bangsa Indonesia”, hingga akhirnya berevolusi menjadi seorang “pahlawan nasional”. Dan di saat itulah mungkin kita telah kehilangan sosok Kartini yang sesungguhnya.&#8217; (Nieuwenhuys)</span></p>
<ul>
<li>Terjemahan <a href="http://henzter.files.wordpress.com/2007/04/niewenhuys_kartini.doc">Bahasa Indonesianya</a> (silakan protes di komen)</li>
<li>Versi <a href="http://www.dbnl.org/tekst/nieu018oost02_01/nieu018oost02_01_0047.htm">Bahasa Belandanya</a></li>
<li>Versi <a href="http://www.amazon.com/Mirror-Indies-History-Colonial-Literature/dp/9625935096">Bahasa Inggrisnya</a></li>
<li>Tautan lain: terjemahan <a href="http://henzter.wordpress.com/2006/12/06/hiburan-murah-meriah-tapi-belum-tentu-selamat-gosip/">bagian pendahuluan</a></li>
</ul>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/henzter.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/henzter.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/henzter.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/henzter.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/henzter.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/henzter.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/henzter.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/henzter.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/henzter.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/henzter.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/henzter.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/henzter.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=henzter.wordpress.com&blog=316716&post=33&subd=henzter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://henzter.wordpress.com/2007/04/18/nieuwenhuys-kartini-dan-sastra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a947eda5428b140df4c44f7c15bc96d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>OST: Apabila Hidup adalah Panggung Sandiwara</title>
		<link>http://henzter.wordpress.com/2007/03/30/ost-apabila-hidup-adalah-panggung-sandiwara/</link>
		<comments>http://henzter.wordpress.com/2007/03/30/ost-apabila-hidup-adalah-panggung-sandiwara/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Mar 2007 10:59:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>henz</dc:creator>
				<category><![CDATA[milik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://henzter.wordpress.com/2007/03/30/ost-apabila-hidup-adalah-panggung-sandiwara/</guid>
		<description><![CDATA[Halah! Kebagian juga akhirnya disuruh ngisi &#8220;Soundtrack of My Life&#8221;. Dapet suruhan (forward-an) dari beberapa orang, dan daripada ngeripleh dan ngeforward satu-satu lagi kan ya?
&#8220;Following the craze of Oscar-Winning Dreamgirls where every scene seems to merit a song of its own&#8230; Why not try and make one for yourself. For this, you will need to [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=henzter.wordpress.com&blog=316716&post=31&subd=henzter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Halah! Kebagian juga akhirnya disuruh ngisi &#8220;Soundtrack of My Life&#8221;. Dapet suruhan (forward-an) dari beberapa orang, dan daripada ngeripleh dan ngeforward satu-satu lagi kan ya?</p>
<blockquote><p><em>&#8220;Following the craze of Oscar-Winning Dreamgirls where every scene seems to merit a song of its own&#8230; Why not try and make one for yourself. For this, you will need to take all the music you have and put it in shuffle. Press play. Type the song currently playing under each title. Press &#8220;next&#8221; button for every new title. Don&#8217;t cheat, don&#8217;t try to be cool. It&#8217;s only for fun, anyway. Comment as necessary.&#8221;</em></p></blockquote>
<blockquote></blockquote>
<p><span id="more-31"></span></p>
<p><strong>Opening Credits</strong><br />
<em>Adam Beyer &#8211; Second Surrounding</em><br />
Kaget juga kalau <em>opening credit</em> hidupku harus dimulai dengan Adam Beyer, notabene artis yang paling aku suka hasil karyanya. Untuk jenis opening creditnya&#8230; bingung juga mau yang seperti apa. Mungkin seperti <a href="http://www.youtube.com/watch?v=H-txb5Y0Dv0" title="Youtube Link" target="_blank">Se7en</a> atau <a href="http://www.youtube.com/watch?v=vdPWrAMXGGo" title="Youtube Link">Dawn of the Dead</a> gitu kali ya? Entah cocok entah enggak.</p>
<p><strong>Waking Up</strong><br />
<em>Gogol Bordello &#8211; When the Trickster Comes A-Poking </em>(<a href="http://www.actionext.com/names_g/gogol_bordello_lyrics/when_the_trickster_starts_a-poking_bordello_kind_of_guy.html" title="Gogol Bordello">Lirik</a>)<br />
Halah. Ini lagunya sangat up-tempo sekali. Pasti cepet banget bangunnya. Bangun dan langsung dansa-dansa sambil beberes kamar, tentu saja dengan mimik superdramatis. Hohoho. Walaupun liriknya rada-rada aneh. Tapi ya&#8230; setiap hari, umur tambah tua sehari ya? Semakin gila juga rupanya. Jadi begitulah, adegannya dimulai dengan kipas angin yang bertiup kencang dan lompatan keluar dari ranjang&#8230;</p>
<p><strong>First Day at School</strong><br />
<em>Be Your Own Pet &#8211; Adventure </em>(<a href="http://www.songmeanings.net/lyric.php?lid=3530822107858574050" title="Be Your Own Pet">Lirik</a>)<br />
Mungkinkah sekolah itu sebenernya suatu petualangan? Petualangan dari satu buku ke buku lain mungkin ya? Tapi di sekolah dulu (dari mulai SD sampe kuliah) ada guru-guru yang hebat dalam hal deskripsi-mendeskripsikan sesuatu. Bener-bener seperti berpetualang, walaupun sebenernya cuma duduk di dalem sebuah ruangan tertutup di hari yang sangat indah. Tapi kalau diingat-ingat, first day of school waktu SD kelas I itu memang bener-bener seperti sebuah petualangan. Dari kotak pasir hingga ayunan dan karyawisata dan bakti sosial. Semuanya adalah suatu petualangan besar.</p>
<p><strong>Falling in Love</strong><br />
<em>D&#8217;lloyd &#8211; Pandang-pandangan</em><br />
Wahahaha.. *kaget* Ini lucu, hampir lupa kalo punya lagu D&#8217;lloyd di sini. Dan cocok sekali ya? <em>Main pandang-pandangan. Main lirik-lirikan. Kalau sudah jatuh cinta, tinggal bilang saja.</em> Eh.. kalo ga salah denger, itu sih liriknya. Kira-kira adegan seperti apa yang pantas buat lagu yang mirip lagu melayu ini ya?</p>
<p><strong>Breaking Up</strong><br />
<em>Bedouin Soundclash &#8211; When the Night Feels My Song </em>(<a href="http://www.sing365.com/music/lyric.nsf/When-The-Night-Feels-My-Song-lyrics-Bedouin-Soundclash/527EE8E25076B2004825705F002EF4F5" title="Bedouin Soundclash">Lirik</a>)<br />
Lagu yang reggae bahagia ini aku suka banget. Seperti cocok untuk segala suasana gitu deh. Tapi nggak nyangka <em>shuffle</em> akan milih ini untuk jadi lagu putus cinta. Walah! Bener-bener harus didengar&#8230; Jangan-jangan <em>shuffle</em> pilih yang salah. Tapi&#8230;  <em>Twist and turn on the lonely road, in the twilight the the day turns to night and I&#8217;m alone</em> Ya, memang sepertinya kalau putus dengan seseorang, rasanya siang berubah menjadi malam dengan cepatnya. Tapi bukan berarti hari itu bukan hari yang indah pula. Ada keindahan dalam segala sesuatu bahkan kesedihan. <em>Hey, hey, hey, hey, hey, hey, beautiful day!</em> katanya. Adegannya? Sedih dan senyuman dan tarian dong&#8230; Kayak felem bollywood aja deh.</p>
<p><strong>Prom Night</strong><br />
<em>Cirque du Soleil &#8211; Tango</em><br />
Adegan tango! Waduh, ga bisa komentar banyak. Ga pernah ikut prom sih&#8230; Payah ya? Dulu pernah sih, nongol di Prom kampus temen secara semena-mena, tapi itu pun aku lebih banyak nongkrong di meja satpam sakingan di sana lebih banyak makanan yang bisa dimakan dan lebih bebas bergerak. Lagipula kostumku salah besar. Jadi bener-bener &#8220;no komeng&#8221; kalo soal yang ini. Kalau nonton di pelem-pelem model <em>chick-flick</em> gitu kok kayaknya lebih ke dansa dan upik abu gitu ya?</p>
<p><strong>Life’s Okay</strong><br />
<em>Barry Manilow &#8211; I Can&#8217;t Smile Without You</em> (<a href="http://www.lyrics007.com/Barry%20Manilow%20Lyrics/Can't%20Smile%20Without%20You%20Lyrics.html" title="Barry Manilow">Lirik</a>)<br />
Ha? Eh&#8230; Agak nggak nyambung nih ya? Tapi memang hidup masih nggak apa-apa kalo masih ada orang yang mau berbagi senyum. Jadi walaupun aku lagi sedih, nonton felem lucu atau duduk bareng temen yang bisa bikin ketawa&#8230; itu udah ngebantu banget. Ternyata saya gampang ketularan, apalagi soal ketawa dan nangis. Jadi intinya? Entah. Lagu yang aneh.</p>
<p><strong>Mental Breakdown</strong><br />
<em>Gnarls Barkley &#8211; Crazy </em>(<a href="http://www.completealbumlyrics.com/lyric/128787/Gnarls+Barkley+-+Crazy.html" title="Gnarls Barkley">Lirik</a>)<br />
Sekali lagi shuffle ngasih  lagu yang judulnya cocok. Temenku yang ngirimin lagu ini ke aku dengan catatan: &#8220;dengerin sesering mungkin.&#8221; Ternyata nggak usah disuruh pun pasti akan aku dengerin sesering mungkin, dan mungkin ngebikin aku setengah gila. Tapi lagu ini bagus banget, dan sangat mengakar di ingatan. Dan mungkin saja kadang-kadang orang itu &#8220;gila secara nggak sadar&#8221;? <em>You really think you&#8217;re in control?</em></p>
<p><strong>Driving</strong><br />
<em>Credence Clearwater Revival &#8211; Cotton Fields </em>(<a href="http://www.lyricsfreak.com/c/creedence+clearwater+revival/cotton+fields_20034357.html" title="Credence Clearwater Revival">Lirik</a>)<br />
Habis gila trus langsung kabur sejauh-jauhnya dari rumah sakit jiwa dengan lagu country. Lebih disukai, jalan tol yang kiri-kanannya penuh tumbuhan hijau, dengan mobil yang nggak ada atapnya (namanya apa sih? convertible?), dengan lagu ini diputar kenceng-kenceng, dan sambil menyanyi dan menghentak-hentakkan kaki dengan bahagianya. Ya, ya, masih gila rupanya.</p>
<p><strong>Flashback</strong><br />
<em>Sandi Thom &#8211; Soul Mining  </em>(<a href="http://www.lyricsdir.com/sandi-thom-soul-mining-lyrics.html" title="Sandi Thom">Lirik</a>)<br />
Lagu yang mellow, suara yang merdu. Tapi entah cocok nggak buat <em>flashback </em>ya? <em>Soul mining</em> itu apa ya? Menggali hati? Tapi lagu ini sangat deskriptif banget ya, dengan anak-anak yang memanjat pohon, dengan jam yang berdetak seiring hati. Mungkin bagus juga untuk jadi latar belakang adegan mengingat hari-hari yang sudah lewat. Agak cocok, tapi agak nggak. Kalo boleh sih pengen milih lagu lain. Namanya juga <em>shuffle </em>sih.  Payah.</p>
<p><strong>Getting Back Together</strong><br />
<em>Cerys Matthews &#8211; Open Roads</em><br />
Aduh, ini aku  nyari liriknya tapi nggak nemu euy. Ini sebenernya lagu sedih, yang kayaknya cerita tentang perpisahan deh. Atau nggak ya? Di awal lagu dia bilang <em>It&#8217;s like we never said goodbye</em>, mungkin memang begitu, ketika mulai &#8220;rujuk&#8221; kembali. Entah rujuknya itu sebagai pacar lagi kah, atau hanya sebagai teman. Rasanya seperti nggak pernah berpisah. Tapi kemudian terus teringat tentang hal-hal yang dulu, <em>I remember the open roads, met at the corner where no one goes, and no one mattered at all</em>. Jadi teringat semua kenang-kenangan yang pernah dibuat dan akhirnya sadar kalau yang sekarang tidak mungkin seindah yang dulu, karena hal yang rusak susah sekali diperbaiki, bahkan dengan lem super sekali pun. <em>&#8216;Friends&#8217; is such a horrid word</em>. Entahlah, mungkin ini adegan pertemuan kembali yang sangat sedih. Mungkin saja.</p>
<p><strong>Wedding</strong><br />
<em>Muse &#8211; Hysteria </em>(<a href="http://www.azlyrics.com/lyrics/muse/hysteria.html" title="Muse">Lirik</a>)<br />
Loh! Nikah kok malah histeris! Ini bagaimana? Kalau lagu ini dipake untuk nikahan, mungkin nyokap-bokap bakal histeris beneran deh. Skip. Pertanyaan berikutnyaaaa&#8230;.</p>
<p><strong>Birth of a Child</strong><br />
<em>Abdullah Ibrahim (piano) &#8211; Zikr (Remembrance of Allah)</em><br />
Hmmm&#8230; Iya sih. Kelahiran seorang anak itu bagaikan mendapat rahmat sekaligus mendapat kewajiban baru yang harus bisa dijaga dan dikasihi dengan baik ya? Jadi mungkin ada baiknya juga sih mengingatNya dan minta bimbinganNya juga? Tapi kalo dijadikan adegan sebuah film, gimana adegannya?</p>
<p><strong>Final Battle</strong><br />
<em>Dry Kill Logic &#8211; Paper Tiger </em>(<a href="http://www.lyricsdir.com/dry-kill-logic-paper-tiger-lyrics.html" title="Dry Kill Logic">Lirik</a>)<br />
Nggak ngerti.  Udah didengerin berkali-kali tetep nggak ngerti liriknya. Tapi karena lagunya metal pisan, mungkin bisa dipake buat adegan kejar-kejaran di sungai (Thames), atau di laut (yang biru-biru, jangan yang ada tanker tumpahnya). Tapi ini kan cerita kehidupan aku ya? Ga mungkin lah hai kejar-kejaran di sungai atau laut. Dikejar-kejar deadline pun nggak akan sedramatis ini kan? *hal yang menyeramkan juga* <em>When the dreams and the truth came colliding</em>. Mungkin ini pertempuran terakhir aku, ketika aku harus memilih antara kenyataan dan harapan. Sekarang kan masih muda nih ceritanya, masih lah boleh muluk-muluk dikit, tapi rasanya suatu saat harus milih juga deh. Ya sudah, ini perangku. Ga <em>glamorous </em>ga papa deh.</p>
<p><strong>Death Scene</strong><br />
<em>Adam Beyer &#8211; Flamethrower</em><br />
Ah. Adam Beyer lagi. Dengan lagu mirip electronic lounge. Masa aku matinya gaya begini? Atau mati di lantai dansa? Sangat membingungkan.</p>
<p><strong>Funeral Song</strong><br />
<em>Gabriel Faure &#8211; Pavane </em>(<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pavane_%28Faur%C3%A9%29" title="Gabriel Faure">Info</a>)<br />
Ya, ya, daripada menangis mendingan dansa saja. Pavane, secara umum, adalah sejenis tarian yang biasanya diadakan dalam pesta-pesta besar kerajaan Spanyol. Jenis dansa ini rada ribet, jadinya ya bagus juga lah, biar pada latihan dansa semua, biar nggak sedih. Tapi, setelah baca tentang ini di Wikipedia&#8230; jadi terpikir, pengen adegannya seperti yang ditulis di sana. Katanya, ketika kalah Piala Dunia 1998, BBC menayangkan montase kejadian-kejadian menggugah hati dengan menggunakan lagu ini sebagai <em>soundtrack</em>nya, dan pembacaan puisi Rudyard Kipling &#8220;<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/If%E2%80%94" title="If">If</a>&#8221; sebagai <em>voice-over</em>nya. Saya mau yang seperti itu! *buru-buru bikin surat wasiat*</p>
<p>Sedikit OOT tentang puisi &#8220;If&#8221;. Sejak pertama kali membaca sepenggal puisi ini di gerbang Wimbledon, puisi ini selalu aku ingat apabila lagi susah, lagi sentres, bahkan ketika lagi bahagia yang berlebihan.</p>
<p><strong>End Credits</strong><br />
<em>Moby &#8211; Lift Me Up</em> (<a href="http://www.azlyrics.com/lyrics/moby/liftmeup.html" title="Moby">Lirik</a>)<br />
Hmmm&#8230; Ya bolehlah. Salah satu lagu kesukaan aku juga nih. Lagu penyelamat ketika lagi nulis skripsi. Entah berapa kali lagu ini diulang-ulang, tapi efeknya sangat membantu memusatkan perhatian nulis skripsi.</p>
<p>Huwah! Pegel juga ngerjainnya.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/henzter.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/henzter.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/henzter.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/henzter.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/henzter.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/henzter.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/henzter.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/henzter.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/henzter.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/henzter.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/henzter.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/henzter.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=henzter.wordpress.com&blog=316716&post=31&subd=henzter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://henzter.wordpress.com/2007/03/30/ost-apabila-hidup-adalah-panggung-sandiwara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a947eda5428b140df4c44f7c15bc96d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pira: Beruang Kutub Polisterin yang Setia</title>
		<link>http://henzter.wordpress.com/2007/03/15/pira-beruang-kutub-polisterin-yang-setia/</link>
		<comments>http://henzter.wordpress.com/2007/03/15/pira-beruang-kutub-polisterin-yang-setia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Mar 2007 06:26:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>henz</dc:creator>
				<category><![CDATA[milik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://henzter.wordpress.com/2007/03/15/pira-beruang-kutub-polisterin-yang-setia/</guid>
		<description><![CDATA[Ini Pira, dia ini hadiah dari Bapak ketika aku naik kelas enam SD. Pira itu singkatan dari &#8220;Putih Merah&#8221; (aneh ya?). Katanya sih hadiah kenaikan kelas. Emang aku waktu duduk di kelas lima ada masalah sedikit dengan acara naik-naikan kelas. Nilaiku entah mengapa jebol-jebol kabeh. Ini pasti gara-gara IPA yang mulai susah, yang mulai pake [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=henzter.wordpress.com&blog=316716&post=30&subd=henzter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://henzter.files.wordpress.com/2007/03/pira3.thumbnail.jpg" alt="piraimut" align="left" border="1" hspace="5" vspace="5" />Ini Pira, dia ini hadiah dari Bapak ketika aku naik kelas enam SD. Pira itu singkatan dari &#8220;Putih Merah&#8221; (aneh ya?). Katanya sih hadiah kenaikan kelas. Emang aku waktu duduk di kelas lima ada masalah sedikit dengan acara naik-naikan kelas. Nilaiku entah mengapa jebol-jebol kabeh. Ini pasti gara-gara IPA yang mulai susah, yang mulai pake menghitung titik api cermin cekung cembung segala. Aku kan lebih suka IPA yang biologi, daripada IPA yang matematikaan begitu. Tapi, seneng banget, soalnya Bapakku itu jarang banget ngasih hadiah. Jarang banget. Dari sejak memberi Pira sampai sekarang, sepertinya nggak ada hadiah lagi. Tentu saja kesediaan Bapak membesarkan aku, menyekolahkan, memberi makan, dan kost gratis adalah hadiah tersendiri. Tapi, Pira ini berbeda. Mungkin kalau aku disuruh memilih hanya satu saja benda (dan yang lain harus diserahkan), aku akan memilih Pira. Alasannya banyak, tapi alasan yang paling kuat adalah karena Pira adalah hadiah dari Ayah.</p>
<p><img src="http://henzter.files.wordpress.com/2007/03/pira2.thumbnail.jpg" alt="pirahoror" align="right" border="1" hspace="5" vspace="5" />Sekarang, sudah lebih dari 14 tahun Pira hidup bareng aku. Mulai dari ketika bulunya masih lengkap, sampai sekarang yang udah botak di mana-mana. Pira itu kalau bisa ngomong atau bergerak, pasti sudah mukul saya pake meja deh. Segala macam hal aku unek-unekin ke Pira, mulai dari stres PMS sampai stres skripsi. Bahkan jadi korban remesan kalo lagi nonton filem horor, atau ketindihan pas jam tidur siang, apalagi dari lahir sampai sekarang cara tidur aku agak &#8220;berantakan&#8221;.</p>
<p><img src="http://henzter.files.wordpress.com/2007/03/pira1.thumbnail.jpg" alt="Pirazilla" align="left" border="1" hspace="5" vspace="5" />Waktu SD aku pernah bersikeras untuk membawa Pira ke sekolah, saking sayangnya. Sampai Emakku bilang: &#8220;Nanti kalo Piranya kabur melarikan diri lewat sungai gimana?&#8221; Ya, ya. Kata Emakku, tinggal setahun lagi masuk SMP pun aku masih bodoh, masih terlalu terikat sama boneka. Bahkan sampai sekarang pun begitu. Sampai-sampai Emak bertanya: &#8220;Nanti kalau kamu sudah punya calon suami, dan dia minta kamu membuang Pira, bagaimana?&#8221; Hmmm.. Bagaimana ya? Dan sepertinya Emak tidak suka ketika aku menjawab, &#8220;Ya sudah, nggak usah nikah saja.&#8221;  Sepertinya aku masih terlalu terikat dengan masa lalu, ya?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/henzter.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/henzter.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/henzter.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/henzter.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/henzter.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/henzter.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/henzter.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/henzter.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/henzter.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/henzter.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/henzter.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/henzter.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=henzter.wordpress.com&blog=316716&post=30&subd=henzter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://henzter.wordpress.com/2007/03/15/pira-beruang-kutub-polisterin-yang-setia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a947eda5428b140df4c44f7c15bc96d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://henzter.files.wordpress.com/2007/03/pira3.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">piraimut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://henzter.files.wordpress.com/2007/03/pira2.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pirahoror</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://henzter.files.wordpress.com/2007/03/pira1.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pirazilla</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>